Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bung Karno

Ende dan Pembebasan Irian Barat

Gambar
Bung Karno berorasi pada suatu Rapat Umum di Ende 1955 Sumber:   Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kab.Ende  dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Ende. Sebuah kota kecil di tengah Pulau Flores Provinsi NTT. Menurut Bung Karno dalam isi surat kepada sahabatnya Tuan A.Hasan di Bandung. Tanahnya retak-retak dimusim kemarau. Dan berlumpur di musim penghujan. Ternyata, Menyimpan dan menjadi bagian sejarah perjuangan pembebasan Irian Barat. Rapat Umum di Ende Sumber:   Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kab.Ende  dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Pada suatu kunjungan bersejarah setelah Indonesia merdeka tahun 1955 Presiden Bung Karno menyampaikan orasi tentang pembebasan Irian Barat pada sutau Rapat Umum. Lapangan Pancasila Ende menjadi tumpah ruah oleh lautan manusia. Dengan membawa berbagai tulisan dan aneka spanduk Khidmat mendengar pidato Bung Karno. Rapat Umum di Ende 1955 Sumber:   Dinas Kea...

Serambi Soekarno, Narasi Perjuangan Bangsa

Gambar
  Pagi ini aku menapaki perlahan demi perlahan bukit kecil di balik gereja tua itu, sembari membayangkan Soekarno muda hari-harinya melewati lorong-lorong yang sama dengan lorong yang aku lalui menuju ke serambi itu.       Aku memparadekan diriku dalam aura dan citra diri Soekarno Muda. Seorang intelektual dengan bara revolusi yang menggelora mencapai Indonesia merdeka. Revolusi yang tidak akan pernah berhenti karena revolusi bangsanya adalah revolusi ciptaan Tuhan.      Nasib aku masih lebih baik dari nasib Bung Karno , jalanan yang kulalui sekarang tak seperti deskripsinya Bung Karno perihal Ende di Tahun Tiga Puluhan. Jalan utamanya adalah jalanan tanah bekas tebasan hutan. Di musim hujan terjadi kubangan lumpur yang becek, dan bila matahari bersinar dengan terik, lumpur itu mengeras dan jalanan itu memiliki lubang dan alur baru .(Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat.2007: 153).     Adalah Pate...

SAHABAT BUNG KARNO DI ENDE

BUNG KARNO DI ENDE KISAH,SANDIWARA-SANDIWARA YANG DIMAINKAN DAN SAHABAT-SAHABAT BUNG KARNO (Disadur dari Tulisan Bapak Djae Bara Sahabat Bung karno) Beberapa saat sebelum diasingkan,koran-koran ditanah air memberitahukan bahwa Bung Karno dibuangkan ke Bajawa daerah terpencil dan dingin di pedalaman Flores yang kini menjadi ibukota Kabuapaten Ngada,sekitar 124 km sebelah barat kota Ende.Pemberitahuan Koran itu benar,sekitar pukul 08.00 pagi hari lego jangkar di Pelabuhan Ende dan dikawal oleh tentara Belanda. Bung Karno dengan senang hati turun ke darat dan langsung menuju pasanggrahan milik penjajah yang kini menjadi kantor POM ABRI,letaknya kira-kira ½ km dari Pelabuhan Ende.Setelah beberapa saat kemudian Bung Karno kembali ke kapal tersebut menjemput istrinya Nyonya Inggit Ganarsih dan mertuanya ibu Amsi dan bersama ketiga anak angkatnya Nona Ratna Juami beserta Muin dan Iman,mereka semua menuju pasanggrahan dengan mobil carteran yang dikemudikan oleh saudara Ibrahima,pertem...

POHON SUKUN BUNG KARNO ENDE

Gambar
                                           (ketika Bung Menyendiri di bawah Pohon Sukun) Tempat untuk menyendiri yang kusenangi itu dibawah Pohon Sukun yang menghadap ke laut.. Aku duduk dan memandang Pohon itu.. Dan Aku melihat pekerjaan Trimurti yang kukenal dalam agama Hindu... Aku melihat Brahma yang Maha Pencipta berada dalam kuncup yang tumbuh di kulit kayu yang keabu-abuan itu.. Aku melihat Wisnu yang Maha Pelindung dalam daun rimbun yang pohonnya lonjong... Aku melihat Siwa yang Maha Perusak dalam dahan-dahan mati yang runtuh dari batangnya yang besar.. Aku merasakan sel tubuhku yang sudah tua membusuk dan mati didalam.. Aku menderita sakit kepala dan merasa tidak sehat sama sekali.. Setiap pagi Aku harus merangkak keluar tempat tidur untuk duduk duduk dibawah Pohon Sukun yang berada jauh dari rumah itu.. Pohon Sukun itu berdiri diatas bukit kecil...